Senin, 07 Agustus 2017

UKM Indonesia VS Perusahaan skala nasional/ Multinasional (part II)

 

     Jika kita shopping di Mall, Coba sejenak kita perhatikan rak-rak yang berisi makanan dan snack. tentunya beragam warna, corak dan bentuk kemasan. Dan ke-semua-nya seolah berteriak.. “ambil aku… ambil aku”. menarik sekali produk-produk yang ditampilkan, sehingga tanpa seorang pramu-niaga-pun seolah-olah ada magnet yang menggerakkan otak kita diteruskan ke kaki dan di eksekusi oleh tangan kita.
     Sebagai perusahaan yang berskala Nasional/ Multinasional, mereka memiliki team sendiri untuk tiap-tiap bagiannya, ada team produksi, team keuangan, team marketing, bahkan ada pula team khusus untuk kemasan. sehingga, wajar-wajar saja jika produk dan kemasan mereka serasi dan memiliki daya tarik bagi konsumen. dilain pihak UKM, umumnya memiliki segudang permasalahan, sehingga jangankan membuat team khusus untuk tiap-tiap bagian, bahkan banyak pula pemilik merangkap pimpinan perusahaan, merangkap bagian pembelian, bagian produksi, bagian pengemasan, bagian pemasaran, bagian keuangan dan sekaligus menjadi
debt collector bagi usahanya sendiri. complicated bukan ????, yah… itulah romantika UKM Indonesia
     Kembali ke desain bentuk kemasan, umumnya… UKM lebih suka meniru produk-produk UKM lainnya yang laku keras dipasar. prilaku ini sudah mendarah daging di kalangan UKM, sehingga daya tarik jualannya hanya sebatas peniru, bukan leader. tapi hal itu tidak menjadi masalah, yang menjadi masalah adalah “apakah cocok desain bentuk kemasan tersebut” untuk produk yang hendak dikemas ????. itu menjadi pertanyaan yang kritikal.
     Untuk saat ini, desain bentuk kemasan yang lagi in dan diminati adalah “Stand Up Pouch dengan zipperlock”. selain tampilannya ciamik soro…, harganya juga murah meriah.
     Jika produk yang dikemas sesuai dengan bentuk/ model kemasan, serta sesuai juga dengan kriteria jenis kemasan, maka hal tersebut menjadi keuntungan yang maksimal bagi UKM Indonesia dalam memasarkan produknya, namun jika tidak, maka akan merugikan dalam jangka panjang. untuk itu, baiknya UKM Indonesia selalu berkonsultasi dengan ahlinya (dalam hal ini AA Packaging house Indonesia….. heee…. promosi sekaligus percaya diri).
Baiklah….. cukup untuk penjelasan desain bentuk kemasan, akan kita sambung lagi dilain waktu untuk part selanjutnya,
semoga UKM Indonesia jaya
Salam
sumber: kemasan.net

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ketika keripik kentang, keripik telo ungu dan amplang madura naik Pangkat

Ketika keripik kentang, keripik telo ungu dan amplang madura naik Pangkat Publi...